Pengtingya Rasa Humor Guru di Kelas
>> Friday, November 13, 2015
Pentingnya Rasa Humor Guru di Kelas
Rasa
humor (sense of humor) dapat diartikan sebagai kecenderungan respons
kognitif individu untuk membangkitkan tertawa, senyuman, dan
kegembiraan. Para ahli medis dan psikologi sepakat bahwa rasa humor
merupakan aset berharga dan amat penting untuk kesehatan dan kebahagiaan
hidup, yang bisa dimiliki oleh setiap individu normal.- Hubungkan dengan materi yang sedang diajarkan. Mungkin ini ide yang paling sulit untuk diterapkan karena tidak semua materi yang kita ajarkan kepada siswa bisa disisipi humor,– khususnya bagi Anda yang kurang terbiasa berartikulasi. Tetapi jika Anda mampu melakukannya, maka humor yang dikoneksikan dengan materi pelajaran bisa diyakini sebagai bentuk reinforcement yang dapat membantu siswa untuk mencerna dan menyimpan informasi secara lebih baik dalam sistem memori jangka panjangnya.
- Gunakan video atau gambar yang relevan. Untuk ide yang kedua ini, mungkin tidak sesulit ide yang pertama. Cukup dengan menggunakan jasa Eyang Google atau mesin pencari lainnya, Anda bisa mencari dan menemukan aneka video dan gambar yang dibutuhkan untuk kepentingan pengembangan rasa humor di kelas. Konten video atau gambar tidak harus persis identik dengan materi yang akan diajarkan, yang penting bisa dicari kaitannya (dihubung-hubungkan). Selanjutnya, sajikanlah video atau gambar tersebut di kelas secara atraktif. Usahakan setelah usai penayangan, mintalah kepada siswa untuk merefleksi tayangan tersebut, dikaitkan dengan materi yang sedang diajarkan.
- Lakukan pada waktu dan situasi yang tepat. Mengembangkan rasa humor tidak harus dilakukan sepanjang waktu pelajaran, karena Anda tidak sedang melawak di kelas. Sajikan rasa humor Anda ketika siswa Anda membutuhkannya. Misalnya, ketika siswa mulai menunjukkan tanda-tanda kejenuhan atau ribut di kelas. Usahakan jangan mengulang topik humor yang sama pada kelas yang sama, Jika Anda mengulanginya, bukan kegembiraan siswa yang akan didapat tetapi malah mungkin menjadi sesuatu yang membosankan dan menyebalkan.
- Sampaikan secara etis dan tidak melecehkan siswa. Interaksi antara guru dengan siswa adalah interaksi pendidikan. Oleh karena itu, ketika Anda hendak menyampaikan humor di kelas harus tetap dalam bingkai pendidikan, baik dari segi konten maupun cara penyampaiannya. Hindari humor jorok dan berbau SARA, serta hindari bentuk humor yang dapat melukai harga diri seseorang, khususnya siswa, sekalipun humor itu sangat lucu dan dapat mengundang sebagian besar orang untuk tertawa dan bergembira.
- Mudah dipahami dan sesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa. Seorang guru berusaha mengembangkan humor tertentu di kelas, yang menurut dia humor itu sangat lucu, tetapi ternyata reaksi dari siswa malah datar-datar saja. Sangat mungkin hal ini disebabkan oleh konten humor yang terlalu tinggi sehingga sulit dicerna oleh pikiran siswa. Oleh karena itu, pilihlah secara jeli konten humor yang sesuai dengan daya tangkap siswa dan tingkat perkembangan siswa.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
- PTK sangat kondusif untuk membuat guru menjadi peka tanggap terhadap dinamika pembelajaran di kelasnya. Dia menjadi reflektif dan kritis terhadap lakukan.apa yang dia dan muridnya
- PTK dapat meningkatkan kinerja guru sehingga menjadi profesional. Guru tidak lagi sebagai seorang praktis, yang sudah merasa puas terhadap apa yang dikerjakan selama bertahun-tahun tanpa ada upaya perbaikan dan inovasi, namun juga sebagai peneniliti di bidangnya.
- Dengan melaksanakan tahapan-tahapan dalam PTK, guru mampu memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu kajian yang dalam terhadap apa yang terhadap apa yang terjadi di kelasnya. Tindakan yang dilakukan guru semata-mata didasarkan pada masalah aktual dan faktual yang berkembang di kelasnya.
- Pelaksanaan PTK tidak menggangu tugas pokok seorang guru karena dia tidak perlu meninggalkan kelasnya. PTK merupakan suatu kegiatan penelitian yang terintegrasi dengan pelaksanaan proses pembelajaran.
- Dengan melaksanakan PTK guru menjadi kreatif karena selalu dituntut untuk melakukan upaya-upaya inovasi sebagai implementasi dan adaptasi berbagai teori dan teknik pembelajaran serta bahan ajar yang dipakainya.
- Penerapan PTK dalam pendidikan dan pembelajaran memiliki tujuan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktek pembelajaran secara berkesinambungan sehingga meningkatan mutu hasil instruksional; mengembangkan keterampilan guru; meningkatkan relevansi; meningkatkan efisiensi pengelolaan instruksional serta menumbuhkan budaya meneliti pada komunitas guru.
System Pendidikan di Jerman
>> Friday, November 2, 2012
Berbeda
dengan di Indonesia yang menganut sistem pendidikan tiga jenjang
SD-SLTP-SLTA, Jerman hanya memiliki dua jenjang pendidikan Pra Perguruan
Tinggi, yaitu pendidikan dasar (Grundschule) dan pendidikan lanjutan
(Gymnasium, Realschule atau Berufschule).
Jenjang
Pendidikan Pra Perguruan Tinggi di Jerman memerlukan waktu tempuh
normal selama 13 tahun (berbeda dengan di Indonesia, dimana pendidikan
SD-SLTP-SLTA bisa diselesaikan hanya dalam waktu 12 tahun).
Pendidikan
sekolah dasar (Grundschule) diberikan dari kelas 1 – 4, dan setelah itu
siswa diberikan kesempatan untuk memilih melanjutkan ke Gymnasium,
Realschule atau Berufschule.
Manfaat blog bagi Guru
>> Tuesday, September 4, 2012
Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997.Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri. Secara garis besar, Weblog dapat dirangkum sebagai kumpulan website pribadi yang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan mudah, seperti karya tulis, kumpulan link internet, dokumen-dokumen(file-file WOrd,PDF,dll), gambar ataupun multimedia. Para pembuat blog dinamakan Blogger
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KTSP
>> Sunday, July 29, 2012
- Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.
- Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training).
- Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.
- Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart,
- Audio Visual seperti: video/film,VCD
- Audio seperti: radio, kaset, CD audio, PH
- Visual: foto, gambar, model/maket.
- Multi Media: CD interaktif, computer Based, Internet
- Judul, MP, SK, KD, Indikator, Tempat
- Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru)
- Tujuan yang akan dicapai
- Informasi pendukung
- Latihan-latihan
- Petunjuk kerja
- Penilaian
Bahan Ajar vs Buku Teks
- Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam KBM.
- Buku teks merupakan sumber informasi yang disusun dengan struktur dan urutan berdasar bidang ilmu tertentu.
- Menimbulkan minat baca
- Ditulis dan dirancang untuk siswa
- Menjelaskan tujuan instruksional
- Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel
- Struktur berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai.
- Memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih
- Mengakomodasi kesulitan siswa
- Memberikan rangkuman
- Gaya penulisan komunikatif dan semi formal
- Kepadatan berdasar kebutuhan siswa
- Dikemas untuk proses instruksional
- Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa
- Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar.
- Mengasumsikan minat dari pembaca
- Ditulis untuk pembaca (guru, dosen)
- Dirancang untuk dipasarkan secara luas
- Belum tentu menjelaskan tujuan instruksional
- Disusun secara linear
- Stuktur berdasar logika bidang ilmu
- Belum tentu memberikan latihan
- Tidak mengantisipasi kesukaran belajar siswa
- Belum tentu memberikan rangkuman
- Gaya penulisan naratif tetapi tidak komunikatif
- Sangat padat
- Tidak memilki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca.
- Lembar informasi (information sheet)
- Operation sheet
- Jobsheet
- Worksheet
- Handout
- Modul
Perkenalan
Salam kenal,
Blog ini saya buat untuk umum, mohon saran untuk pengembanagannya..
Trima kasih.
